Pagi itu…pada sebuah wiken…Aqil sedang khusyu’ menghabiskan sarapannya. Seperti biasa bagi dia “tiada makan tanpa berceceran”…sementara aku “tiada berceceran tanpa omelan” (ga mau kalah nih si emak). Tiba-tiba terjadilah conversation yang hampir membuatku menangis penuh haru biru ( haru masih biru kan??? ).
“Mi, let me finish the food then i’ll clean up” katanya memulai percakapan (kali ini aku ga ngomel…cuman bibirku maju 5 meter dari posisi normal)…kan ‘akika capung, bow!’ (red. aku capek, kebo!..xixixixi>>>buat yang bukan kebo ga usah tersinggung
). Kuhentikan aktifitas menyapuku krn emang udah selesai nyapu. Dan benar sodara2 setelah bos kecil selesai sarapannya, dia bawa piringnya ke dapur dan mulailah dia menyapu. Meski ga bersih…tapi wajahnya serius banget dalam menyapu persis aku ketika ulangan matematika ( FYI I hate math! ). Then….
“Mi, look so nice ya…”
“Iya” jawabku sekenanya…masih jengkel dot com. (red. jengkel itu nama lain tempat reparasi>>> itu bengkel dodol!>>>dodol kan manis
>>>dodol paracetamol, kebo!>>>baru tau ada kebo suka dodol paracetamol>>>ciaaaatttt PLAK ***thitttttt sensor***)
After sometimes
“Mi, do you know why I swept the floor? tanya Aqil.
“I don’t know” lagi-lagi jawabanku sekenanya.
“Becauseee I-LOVE-YOU”
Masya Alloh…..speechless dech
NB: Akhsya-ku tambah lucu..tapi maapin ummi ya, Cha. Ummi masih sulit ngertiin bahasamu. That’s way itu yg bikin kita sering missunderstanding. Btw Thank You Alloh for your blessing on me.
“Lalu nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustai”
Ampiyuuuuuunnnnn dech!