Sekitar sepekan yang lalu, selepas maghrib (kayaknya basi banget ya ceritanya…eniewei i’ve tried to write this story two days after this happened but “listrik mati” sblm aku sempet save )…Aqil “jundiy-ku” menahan tangis yg begitu berat. Kutangkap ada luka yang menggores hatinya. Ya…emang “anak lanangku” itu “cilik aten” (red. kecil hati) persis seperti abinya (masak???
). Gampang nangis, gampang terharu.
Kumulai percakapan malam itu dengan ngelus mbun-mbunnya (red. membelai kepala). Lalu mulailah conversation ini..
“Wht’s goin’ on?” tanyaku.
“Ummi, that time I went to Sneha’s house with Kris. Then we went to Kris’ friend’s house ya..but they said ‘only philipino can come’” sampai di sini tangis anak lanangku pecah…
Kucoba berpikir cepat untuk segera mengobati lukanya.
“It’s okey…you can play with other friends, Abel (Indonesian), Juri (Korean), Hudzaefa (Pakistani), Tanzim (Bangladeshi) or Sneha (Nepali). I believe that you’re good boy so you have a lot of friends…not only Philipino. Are you good boy, Aqill?” tanyaku yang dijawabnya dengan anggukan kepala.
Aftersometimes dia ngelanjutin ceritanya..
“I saw Vito (Indonesian) is there ya..near that house ya..then i ran to Vito..but i felt down..huauhauhauhau” nangis lagi dech si Aqil. Kali ini banter banget!
Bisa dibayangin kan malunya Aqil-ku saat itu. Ngerasa mau nunjukin kalo dia juga punya Indonesian friend eiiiit belum sempat “show” malah jatuh
.
“Ummi, if i meet them ya…I’ll kill them” katanya dengan nada geram.
Kaget donk aku sebagai emak-nya denger kalimatnya…syerem gituu loohhh!
“How come?” aku balik tanya.
“I’ll do high kick” jawabnya sekenanya..kayak nge-game aja..do high kick..he he he.
“You can’t kill others. That’s bad thing and Alloh doesn’t like “bad things”. Do you want Alloh is angry to you?”
Lalu dia diam sejenak…mikir kali…trus ngusap air mata. Then…
“Mi, aku mau liat ‘Ranger Movie’!!!”
Ah dasar anak-anak!!!!
Nb: Aqil emang kalo ngomong inggris kabanyakan “ya”-nya