June 14, 2006

    tuhan Sembilan Senti

    Filed under: Hot News

    Karena cuma copy paste ummi sempet posting puisi ini…

    tuhan Sembilan Senti
    Oleh Taufiq Ismail

    Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

    Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

    Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

    Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

    Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

    Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

    Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

    Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

    Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

    Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

    Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

    Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,

    Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

    Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

    Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

    Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

    Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

    Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

    Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum.

    Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

    Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

    Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

    Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

    Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,

    Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

    Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

    Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

    Comments (0)





















      Ini aku .. Luluk ..

        belajar banyak dari 2 anaknya di usia 25 th ini.... full suport dari suami tercinta...berusaha untuk menjadi "ibu dan istri yang baik" (insya Alloh :) )


          (Teacher): “The Prophet Salallahu @alaihi Wassalam told us that we must obey Allah and His messenger at all times. But after that who else did he tell us to listen to, and be close to?
          (Children): “Your Mother!
          (Teacher) : "Yes... Well done"
          Who should I give my love to?
          My respect and My honour to?
          Who should I pay good mind to - after Allah,
          And Rasullullah?
          Comes your Mother,
          Who next? Your Mother
          Who next? Your Mother
          And then your Father
          Cause who used to hold you
          And clean you and clothe you?
          Who used to feed you
          And always be with you?
          When you were sick, stay up all night,
          Holding you tight?
          That’s right no other, My Mother
          Who should I take good care of,
          Giving all My love?
          Who should I think the most of - after Allah
          And Rasullullah?
          Comes your Mother,
          Who next? Your Mother
          Who next? Your Mother
          And then your Father
          Cause who used to hear you
          Before you could talk?
          Who used to hold you
          Before you could walk?
          And when you fell, who’d pick you up?
          Clean your cut?
          No one but, your Mother
          My Mother..
          Who should I stay right close to?
          Listen most to?
          Never say no to – after Allah
          And Rasullullah?
          Comes your Mother,
          Who next? Your Mother
          Who next? Your Mother
          And then your Father
          Cause who used to hug you
          And buy you new clothes?
          Comb your hair and blow your nose?
          And when you cried who wiped your tears?
          Knows your fears? Who really cares?
          My Mother..
          Say Alhamdulillah,
          Thank you Allah
          Thank You Allah for my Mother

            Tinggalkan pesan :

              Name :
              Web URL :
              Message :
              by. oggix.com
              smileys

              • Rumah

              • Teman:
                • Blogsome
                • Blogsome Forum
                • Bunda Iffah_Singapura
                • swaramuslim
                • Muhy
                • Resep Kikit
                • Abel_Jeng Nin
                • Gaga_Jeng Nita
                • Babe Blogger Indonesia
                • Apink
                • Annida_Singapura
                • Zubia_Germany
                • kejamnya dunia
                • Fitri_Lampung
                • Bunda Naila
                • Azfa_Kuwait
                • Bunga Tazkiya
                • Pakdhe Nono
                • Ummu Abdullah_Ausie
                • Amee_London
                • Vera_Denmark
                • Nia_Singapore
                • Tulisan-tulisan hebat
                • jilbab online
                • Liza_KSA
                • Nabila_Indonesia
                • Keluarga Dimyati_Jepang
                • Hanan
                • Andry_Singapura
                • Inuy_Jakarta
                • maisara_malaysia
                • liza_batam
                • dianibung
                • Tie_Singapore
                • deenda
                • syafa's mom_japan
                • Pelangi_UEA

              • Kategori:
                • Hot News
                • Uncategorized

              • Cari:

              • Arsip:
                • August 2009
                • December 2007
                • April 2007
                • December 2006
                • November 2006
                • October 2006
                • September 2006
                • August 2006
                • June 2006
                • May 2006
                • April 2006
                • March 2006
                • December 2005

              • June 2006
                M T W T F S S
                « May   Aug »
                 1234
                567891011
                12131415161718
                19202122232425
                2627282930  

              • Postingan Terbaru
                • sebentar aku akan...
                • SeLingKuh?!?!??!?
                • Kunjungan Balasan
                • Kalo kamu Ogah,...
                • Antara Teri dan...
                • Jaka Sembung Bawa...
                • Kepada "TIDAK"...
                • Ada Apa Dengan 5...
                • NOBODY is ayu
                • Help Me...Gue...
                • Dicari Juri Miss...
                • Dicari Miss Koment
                • So Sweet Lagi.. :)
                • Hola...halo!!!!
                • Ah..anak-anak
                • Teh...
                • PR dari...
                • Visa Oh Visa...
                • Asiiiikkk...
                • Kenapa???

              • Postingan ngetop
                • Kepada "TIDAK" semua...: 12
                • Antara Teri dan Jengki: 11
                • Visa Oh Visa...: 10
                • Help Me...Gue Sakau Nih...: 9
                • PR dari...: 6
                • Kenapa???: 5
                • Khatam IQRO' jilid I: 4

              • Macem2:
                • login
                • register

              • Meta:
                • RSS .92
                • RDF 1.0
                • RSS 2.0
                • Comments RSS 2.0
                • Valid XHTML


              (Teacher): “The Prophet Salallahu @alaihi Wassalam told us that we must obey Allah and His messenger at all times. But after that who else did he tell us to listen to, and be close to?

              Blackberry 8700g
              Condo Hotel


              Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here